Wednesday, 29 January 2014

Kamu dan kesederhanaanmu..


Kamu yang dengan sederhana datang dalam kehidupanku
Kamu yang dengan sederhana mengisi hari-hariku
Kamu yang dengan sederhana menjadi bagian dari diriku

Kesederhanaanmu yang selalu membuatku merasa nyaman
Kesederhanaanmu yang selalu membuatku merasa tenang
Kesederhanaanmu yang pada akhirnya membuatku jatuh cinta

Ya, jatuh cinta dengan seorang pria yang begitu sederhana, kamu.


Deayu. Desember 2013.
Surabaya.

Bahagiaku begitu sederhana..

Sesederhana ucapan selamat pagi darimu yang selalu berhasil mengulas senyum di bibirku disaat aku membuka mata pagi hari

Sesederhana pesan kecilmu yang mengingatkanku untuk makan tepat waktu

Sesederhana tawamu ketika kita saling bercengkrama tentang hal-hal konyol

Sesederhana kesabaranmu ketika aku mulai bercerita tentang banyak hal, dan kamu tetap mendengar dengan penuh seksama tanpa mengeluh sedikitpun karena ocehanku

Sesederhana caramu yang berusaha menenangkan aku dan membuatku ceria lagi ketika aku mulai merasakan sesak dan menangis karena masalah-masalahku

Sesederhana omelanmu ketika aku sakit karena telat makan dan lupa minum vitamin

Sesederhana sorai semangatmu yang kamu berikan ketika semangatku mulai mengendur

Sesederhana rengkuhanmu untukku bersandar ketika aku mulai lelah dan rapuh

Sesederhana pelukan dan kecupanmu saat kata tak lagi bisa terucap untuk mewakili apa yang tengah kamu rasakan


Kamu, bahagiaku yang begitu sederhana.


Surabaya.

Tuesday, 28 January 2014

Ketahuilah...

Ketika orang di sekitar tak lagi menghiraukanmu -terlebih mereka yang begitu dekat dengan dirimu- , masih ada sosok yang diam-diam mengkhawatirkan keberadaanmu..


Ya, dialah sosok yang tak pernah kau anggap secuilpun keberadaannya
Seringnya, terlalu banyak waktu yang terbuang untuk menyadari hal itu
Sampai saat di mana kau tersadar ketika ia sudah tak lagi mengkhawatirkanmu

Lalu, apa yang bisa kau lakukan ketika semua itu sudah terlewati begitu saja?

Perasaan yang menyesakkan hati karna kau telah kehilangan orang yang benar-benar memperdulikanmu?

Perasaan penyesalan yang begitu dalam karna kau telah melewatkan, menyia-nyiakan, dan membiarkan orang itu pergi begitu saja dari hidupmu, tanpa ia tahu bahwa kau diam-diam juga merasa terobati karna kehadirannya?

Terlambat.. Ya, semua sudah terlambat karna sikap keegoisan dan kemunafikanmu
Egois karna kau tidak pernah mau membuka mata dan hati untuk memperhatikan keadaan disekitarmu
Munafik karna kau tidak mau dan merasa malu untuk mengakui apa yang sebenarnya ada di dalam hati kecilmu

Tak ada gunanya jika kau merasa terus menerus menyesali apa yang telah terjadi
Let it go…… itulah pilihan terakhir yang kau punya..
Mengikhlaskan ia pergi dari hidupmu..dan turut berbahagia ketika ia telah menemukan sosok lain yang menggantikanmu…


Tuhan itu Maha Adil, Dia mendatangkan kesedihan kepadamu, namun diam-diam Dia juga mendatangkan sebuah obat kebahagiaan untuk mengobati kesedihanmu… Dia akan memberikan jalan ketika kau mulai tersesat, entah itu melalui perantara orang lain atau tidak… Apakah kesedihan itu satu paket dengan kebahagiaan? Yaa..itulah rahasia Tuhan, kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi pada hidup kita, bahkan dalam waktu satu detik ke depan…oleh karna itu, buka mata dan hati untuk hal-hal disekitar kita, manfaatkanlah setiap detik yang berganti, karna waktu tidak akan pernah terulang kembali…